
Yogyakarta, 14 Oktober 2026 — STBA LIA Yogyakarta berpartisipasi dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dengan tema “Mendorong Sensitivitas terhadap Kekerasan Berbasis Gender di Lingkungan Perguruan Tinggi” yang diselenggarakan pada Rabu (14/10/2026), mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Ruang Nyi Ageng Serang 1, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (P3AP2) Daerah Istimewa Yogyakarta, Jalan Tentara Rakyat Mataram No. 31, Yogyakarta.
Dalam kegiatan ini, STBA LIA Yogyakarta diwakili oleh lima peserta, yaitu Alfaturizki selaku Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Wahyu Maulana Geovanni selaku Wakil Ketua BEM, serta Andi Himawan Pradipta, Diah Puji Lestari, dan Adilla Salsabrina yang merupakan anggota Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) STBA LIA Yogyakarta.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman dan kepekaan terhadap berbagai bentuk kekerasan berbasis gender, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Pemahaman tersebut penting agar seluruh warga kampus mampu mengenali perilaku yang mengarah pada kekerasan, memahami dampaknya terhadap korban, serta turut berperan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.
Melalui tema yang diangkat, peserta diharapkan dapat mengembangkan sensitivitas terhadap persoalan kekerasan berbasis gender, termasuk memahami pentingnya menghormati martabat setiap individu, membangun relasi yang sehat, serta menghindari perilaku diskriminatif dan tindakan yang merugikan orang lain. Upaya pencegahan juga memerlukan kepedulian bersama, keberanian untuk mengambil sikap yang tepat, serta pemahaman mengenai mekanisme pelaporan dan penanganan kasus yang berpihak pada keselamatan dan hak korban.
Keikutsertaan perwakilan BEM dan Satgas PPKPT STBA LIA Yogyakarta dalam kegiatan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara organisasi mahasiswa dan satuan tugas kampus dalam mendukung upaya pencegahan serta penanganan kekerasan. BEM memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan kesadaran di kalangan mahasiswa, sedangkan Satgas PPKPT berperan dalam mendukung upaya pencegahan dan penanganan kekerasan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Partisipasi ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada mahasiswa lainnya serta memperkuat upaya edukasi dan pencegahan kekerasan di lingkungan STBA LIA Yogyakarta. Dengan meningkatnya kesadaran dan keterlibatan seluruh warga kampus, terciptanya lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, saling menghormati, dan bebas dari kekerasan dapat terus diupayakan bersama.
Melalui kegiatan ini, STBA LIA Yogyakarta menegaskan pentingnya membangun budaya kampus yang menjunjung tinggi kesetaraan, penghormatan terhadap martabat manusia, serta perlindungan terhadap seluruh warga kampus dari segala bentuk kekerasan. Pencegahan kekerasan bukan hanya menjadi tanggung jawab Satgas PPKPT, melainkan tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika.