no image

17 August 2026 - 20:03

Yogyakarta, 10 Agustus 2026 — Perkembangan dunia digital membawa banyak kemudahan dalam berkomunikasi, belajar, dan membangun jejaring. Namun, ruang digital juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu dihadapi dengan kesadaran dan kemampuan mengelola diri. Hal inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam Webinar Series Perlindungan Perempuan bertema “Mengelola Kontrol Diri di Dunia Digital”, yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY, Senin (10/8/2026).

Webinar yang berlangsung secara daring mulai pukul 08.30 WIB tersebut menghadirkan sejumlah pihak yang memiliki kepedulian terhadap isu perlindungan perempuan dan anak. Kegiatan dibuka dengan Opening Speech oleh Erlina Hidayati Sumardi, S.IP., M.M., Kepala Dinas P3AP2 DIY. Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh dua narasumber, yakni Lucia Peppy Novianti, M.Psi., Psikolog dari Wiloka Workshop dan Arif Nasiruddin, S.Psi., M.A., Plt. Kepala Bidang P3KA DP3AP2 DIY. Dalam pemaparannya, para narasumber mengajak peserta untuk melihat kembali bagaimana seseorang bersikap dan mengambil keputusan ketika berada di ruang digital. Kemampuan mengelola emosi, mengendalikan respons, menjaga batas privasi, serta mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah maupun membagikan sesuatu menjadi bagian penting dari literasi digital. Terlebih bagi perempuan, ruang digital tidak hanya menjadi sarana untuk berkomunikasi dan mengekspresikan diri, tetapi juga dapat menjadi ruang munculnya berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan berbasis digital. Karena itu, membangun kesadaran untuk mengenali risiko sekaligus memiliki kontrol diri menjadi salah satu langkah penting dalam menciptakan ruang digital yang lebih aman.

STBA LIA Yogyakarta turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut melalui kehadiran Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT), Ontje Helena Manurung, S.S., M.Hum. Keikutsertaan Satgas PPKPT STBA LIA Yogyakarta menjadi momentum untuk memperluas wawasan dan memperkuat kapasitas dalam menjalankan fungsi pencegahan serta penanganan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Isu yang diangkat dalam webinar juga memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan sivitas akademika saat ini. Interaksi antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, maupun masyarakat semakin banyak berlangsung melalui berbagai platform digital. Kondisi tersebut membuat pemahaman mengenai etika, batasan pribadi, keamanan digital, serta kemampuan mengelola respons menjadi semakin penting.

Bagi STBA LIA Yogyakarta, upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman tidak hanya dilakukan melalui penanganan ketika terjadi kasus, tetapi juga melalui penguatan edukasi, peningkatan kesadaran, dan pencegahan sejak dini. Kehadiran Satgas PPKPT dalam berbagai forum dan kegiatan peningkatan kapasitas menjadi bagian dari langkah tersebut. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan melalui berbagai program edukasi di lingkungan kampus sehingga semakin banyak sivitas akademika yang memahami bentuk-bentuk kekerasan, mengetahui langkah pencegahan, serta berani mencari bantuan ketika menghadapi atau menyaksikan situasi yang tidak aman.

Melalui partisipasi dalam Webinar Series Perlindungan Perempuan ini, STBA LIA Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya untuk membangun lingkungan perguruan tinggi yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari kekerasan—baik di ruang fisik maupun di ruang digital. Karena menciptakan ruang digital yang aman bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang bagaimana setiap individu mampu mengelola diri, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab atas setiap jejak yang ditinggalkan di ruang digital.