
Yogyakarta, 30 Juni 2026 – STBA LIA Yogyakarta secara resmi meluncurkan program B-THERE (Bilingual Tourism and Heritage Empowerment) melalui kegiatan Launching Program Jam Belajar Masyarakat (JBM) Bahasa Inggris bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kelurahan Kadipaten, Selasa (30/6). Program ini menjadi langkah awal implementasi kerja sama antara STBA LIA Yogyakarta dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mendukung pengembangan Kampung Tematik berbasis potensi lokal.
Program B-THERE merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) antara STBA LIA Yogyakarta dan Pemerintah Kota Yogyakarta yang mengusung pendekatan One Village One Sister University. Melalui skema ini, berbagai perguruan tinggi berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat untuk mendampingi kampung-kampung tematik sesuai dengan potensi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Pemerintah Kota Yogyakarta sendiri telah menetapkan sepuluh tema besar pengabdian dan pemberdayaan masyarakat, yaitu Tematik Sungai, Kampung Inggris, Olah Sampah Berbasis Kelurahan, Pembinaan Wirausaha (Wamira), Pendampingan Kelompok Rentan, Penguatan Kesehatan Jiwa, Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Publik (RTHP), Sekolah Lansia, Penguatan Jam Belajar Masyarakat (JBM), serta Program WNA Mengajar.
Dalam skema tersebut, STBA LIA Yogyakarta berkontribusi pada dua program utama, yaitu Kampung Inggris dan Penguatan Jam Belajar Masyarakat (JBM). Pada tema Kampung Inggris, STBA LIA Yogyakarta mengembangkan program Digital Heritage Storytelling dan Dukungan Komunikasi Bilingual bagi UMKM, sementara pada program JBM, STBA LIA Yogyakarta menyelenggarakan pembelajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak usia SD dan SMP.
Kegiatan peluncuran program di Kelurahan Kadipaten dihadiri oleh berbagai pihak sebagai wujud sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat. Dari pihak Kelurahan Kadipaten hadir Bapak Pinituwa Tuwanggana, Bapak Emir, Ibu Sandra selaku Ketua JBM Kadipaten, beserta jajaran pengurus JBM Kadipaten. Sementara dari STBA LIA Yogyakarta hadir perwakilan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), para dosen pendamping JBM SD dan SMP, serta mahasiswa yang akan terlibat sebagai fasilitator pembelajaran.
Program JBM Bahasa Inggris ini dirancang berlangsung selama tujuh kali pertemuan dengan fokus utama pada peningkatan keberanian dan kepercayaan diri peserta didik dalam menggunakan Bahasa Inggris secara komunikatif. Pembelajaran tidak hanya menitikberatkan pada aspek kebahasaan, tetapi juga mendorong peserta untuk berani berinteraksi, berekspresi, dan menggunakan Bahasa Inggris dalam situasi sehari-hari.
Lebih dari sekadar kegiatan pengajaran, B-THERE menjadi wadah penerapan pembelajaran berbasis masyarakat (community-based learning) bagi mahasiswa STBA LIA Yogyakarta. Melalui keterlibatan langsung di tengah masyarakat, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengimplementasikan kompetensi akademiknya sekaligus mengembangkan empati, kemampuan berkomunikasi lintas usia, kepemimpinan, dan pengalaman berkolaborasi dengan masyarakat.
STBA LIA Yogyakarta berharap program B-THERE tidak berhenti sebagai kegiatan jangka pendek, melainkan berkembang menjadi kemitraan yang berkelanjutan bersama Kelurahan Kadipaten. Dengan semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan bahasa, memperkuat potensi pariwisata berbasis budaya lokal, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih berdaya dan siap menghadapi tantangan global.
Melalui B-THERE, STBA LIA Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya untuk menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata, sekaligus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga tumbuh dan berkembang bersama masyarakat.