18 April 2026
Evaluasi Digital Marketing STBA LIA Yogyakarta14 April 2026
Launching Program Cultural Exchange oleh YAIJ
Yogyakarta, 15 April 2026 — Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA Yogyakarta berpartisipasi dalam kegiatan “Penguatan Kampus Inklusif: Peran PTS dalam Mewujudkan Pendidikan Tinggi Ramah Disabilitas Tahun 2026” yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 15 April 2026, bertempat di Ruang Sidang Utama Kantor LLDIKTI Wilayah V, Yogyakarta. Acara ini dihadiri oleh perwakilan perguruan tinggi swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah V yang memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan layanan disabilitas dan kemahasiswaan.
STBA LIA Yogyakarta diwakili oleh Hilaria Dewi Hapsari, S.S., M.Hum., selaku Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan. Kehadiran perwakilan STBA LIA Yogyakarta dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen institusi dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan yang mencakup menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya serta sambutan dan arahan dari Prof. Setyabudi Indartono, M.M., Ph.D., selaku Kepala LLDIKTI Wilayah V. Selanjutnya, acara inti menghadirkan pemaparan mengenai arah dan kebijakan nasional terkait pendidikan tinggi inklusif, serta sesi pemaparan yang membahas praktik baik dalam pembentukan dan pengembangan Unit Layanan Disabilitas (ULD) di perguruan tinggi. Pada sesi ini, narasumber memaparkan pengalaman dalam mengimplementasikan layanan pembelajaran bagi mahasiswa penyandang disabilitas serta strategi penguatan kelembagaan ULD guna mendukung terwujudnya kampus inklusif. Adapun narasumber yang dihadirkan adalah Erin Gayatri dari Universitas Nahdatul Ulama Yogyakarta dan Dr. Mulya Barida, S.Pd., M.Pd., dari Universitas Ahmad Dahlan.
Melalui partisipasi dalam kegiatan ini, STBA LIA Yogyakarta diharapkan dapat mengadopsi berbagai praktik baik yang telah disampaikan, serta mengimplementasikannya dalam pengembangan layanan kemahasiswaan yang lebih inklusif di lingkungan kampus. Upaya ini sejalan dengan komitmen institusi untuk menciptakan lingkungan akademik yang ramah, setara, dan aksesibel bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali.