21 April 2026
Pembentukan RGD (Research Group Discussion)21 April 2026
Sharing Session LPPM jilid 2
Pada tanggal 20–21 September, tim debat STBA LIA Yogyakarta "EchoLIA" yang terdiri dari Muhammad Haikal Dzaky dan Haris Surya mewakili STBA LIA Yogyakarta dalam kompetisi debat bahasa Inggris paling bergengsi di Indonesia, yaitu NUDC (National University Debating Championship). Walaupun hasilnya "EchoLIA" belum berhasil lolos ke tahap nasional, pengalaman ini memberi banyak pelajaran berharga untuk Haikal dan Haris.
Seleksi NUDC terdiri atas dua tahap: regional dan nasional. Pada tahap regional, peserta bertanding dengan berbagai universitas dari seluruh Indonesia. Kompetisi ini menggunakan format British Parliamentary (BP), di mana dalam satu ronde terdapat empat tim yang berdebat: Opening Government, Opening Opposition, Closing Government, dan Closing Opposition.
Lawan-lawan yang dihadapi sangat beragam. Di ronde pertama, Haikal dan Haris masih grogi menghadapi tekanan ekspektasi. Akhirnya, "EchoLIA" berhasil meraih peringkat ketiga sebagai Closing Opposition melawan STKEP, PGRI Semarang, dan Universitas Al-Muslim. Pada ronde kedua, performa STBA LIA Yogyakartameningkat, sehingga mampu meraih peringkat pertama sebagai Opening Opposition melawan Universitas Pembangunan, STKIP Bangkalan, dan PLTK Pariwisata BTM.
Namun, di ronde ketiga STBA LIA Yogyakarta mendapat peringkat keempat sebagai Closing Government melawan ISI Yogyakarta, ITEKES Bali, dan Universitas Bumigora. Pada ronde keempat, STBA LIA Yogyakarta kembali bangkit dan meraih juara pertama sebagai Opening Government melawan NU Surabaya, IT&B Binasarana, dan Nur Huda Mustofa. Sementara itu, di ronde kelima dan keenam, STBA LIA Yogyakarta kembali menempati posisi keempat saat berada di Closing Government dan Closing Opposition melawan PLTKN Ujung Padang, Universitas Jenderal Soedirman, serta Universitas Mercu Buana.
Dari enam ronde tersebut, disadari bahwa performa tim STBA LIA Yogyakarta cenderung lebih baik ketika berada di posisi Opening dibandingkan Closing. Hal ini terjadi karena selama latihan lebih difokuskan pada peran Opening dan jarang mempraktikkan strategi sebagai Closing Bench. Pada lomba ini, tim hanya belajar extension melalui membaca atau menonton debat, tanpa benar-benar melatihnya. Padahal, menjadi Closing memang cukup menantang, karena tidak bisa memaparkan argumen baru, melainkan harus mengembangkan apa yang sudah dibangun oleh Opening.
Sebagai novice atau pemula, lomba NUDC kemarin mampu membanggakan STBA LIA Yogyakarta dengan pencapaian ini, terutama karena berhasil meraih juara pertama di dua ronde. Lebih dari sekadar hasil, pengalaman ini membuat tim STBA LIA Yogyakarta semakin menikmati proses belajar debat BP. Kemampuan analisis, komunikasi, dan penyusunan argumen kami berkembang pesat, sekaligus meningkatkan keterampilan bahasa Inggris.
Ke depannya, "EchoLIA" diharapkan bisa terus berpartisipasi dalam berbagai lomba debat lain, dan semoga di kampus STBA LIA Yogyakarta dapat terbentuk debate society. Dengan begitu, latihan bisa dilaksanakan lebih rutin atau mengadakan fun sparring di lingkungan kampus, tidak hanya melalui komunitas luar seperti JDF.