no image

02 May 2025 - 10:53

Pada hari Rabu, 30 April 2025 mahasiswa STBA LIA Yogyakarta mengikuti kajian di Universitas Jenderal Achmad Yani (Kampus 1) jam 13.00-15.30 WIB. Kajian ini diisi oleh Ustadz Dwi Budiyanto, M.Hum yang membagikan pengalaman dan pengetahuannya tentang pentingnya meningkatkan keimanan dan orientasi pada pertumbuhan.

Materi diawali dengan cerita pengalaman pribadi beliau. Hikmah dari ceritanya adalah orang yang mudah depresi (stress) biasanya dikarenakan oleh 2 hal. Yang pertama yaitu memiliki tingkat kerentanan yg tinggi. Yang kedua yaitu memiliki tekanan mental yg rendah. Untuk meningkatkan psikologis kita agar tidak mudah stres, kita perlu meningkatkan keimanan.

 "Sesungguhnya Allah ta'ala benar-benar kagum terhadap seorang pemuda yang tidak memiliki shabwah.” (HR. Ahmad)

Beliau juga mengatakan bahwa amalan yg terbaik itu adalah amalan yang konsisten. Ini dapat melatih kita untuk berorientasi pada pertumbuhan, bukan hasil atau kesuksesan. Faktanya, yang dilihat di lingkungan warga itu bukan ijazah maupun almamater yang sekarang dipakai, melainkan pertumbuhan kita. Jadi, berorientasi pada pertumbuhan juga dapat meningkatkan psikologis kita.

Berbicara tentang kesuksesan, Ustadz Dwi mengatakan bahwa sukses dalam konteks aqidah adalah sesuatu yang dikehendaki Allah dan kita kehendaki pula. Sebaliknya, gagal adalah segala sesuatu yg dikehendaki oleh Allah tetapi tidak kita inginkan. Jika kita bisa menerapkannya dalam hidup, maka selesai semua variabel hidup kita. Sesederhana itu, makanya kita perlu Iman & Aqidah dalam kehidupan. Terkadang kita lupa bahwa ada banyak hal yg harus kita syukuri karena terlalu fokus pada kegagalan dan ketidakberhasilan dalam hidup ini.

Dalam materi kedua, Ustad bercerita tentang kisah sahabat Nabi Muhammad yang bernama Kuwait. Singkatnya, ia berbohong bahwa ia sedang mencari tali ketika ditanya darimana oleh Nabi. Padahal, sebenarnya ia dari mengobrol bersama beberapa perempuan dan dalam perjalanan pulang. Walaupun tahu bahwa Kuwait sedang berbohong, beliau tidak langsung menegurnya. Namun, setiap kali bertemu dengan Kuwait, Nabi akan bertanya apakah tali itu sudah ditemukan. Pada akhirnya, Kuwait yang merasa bersalah kemudian mengaku bahwa sebenarnya ia berbohong pada Nabi.

Ustadz Dwi juga berpesan untuk jadilah orang yang sholeh tapi berdaya. Fokus pada self growing. Hal yang harus kita miliki, yaitu:

1. Spiritualitas, kuatkan iman dan miliki aqidah yg bersih

2. Intelektual, wawasan yang luas

3. Emosional, terkendali emosinya

4. Sosialitas, bermanfaat bagi sesama

5. Personality, mandiri dan tertata urusannya

6. Psikality, fisik yang kuat

 

 Referensi:

Q.S. Ali-Imran (3) : 110

Q.S. Hud (11) : 114