05 February 2026
Kunjungan Bank Mandiri di STBA LIA Yogyakarta05 February 2026
STBA LIA Yogyakarta Melepas Dosen dan Karyawan Purna Tugas
Yogyakarta — STBA LIA Yogyakarta turut berpartisipasi dalam kegiatan Sarasehan Kemahasiswaan: Tata Kelola, Prestasi, dan Kesiapan Pilmapres 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V pada Rabu, 28 Januari 2026. Kegiatan ini bertempat di Ruang Sidang Utama, Kantor LLDIKTI Wilayah V, Yogyakarta dan dihadiri oleh pimpinan bidang kemahasiswaan dari berbagai perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah V.
STBA LIA Yogyakarta diwakili oleh Ibu Hilaria Dewi Hapsari, S.S., M.Hum., selaku Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, yang hadir secara langsung untuk mengikuti rangkaian kegiatan sarasehan tersebut. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya penguatan koordinasi dan sinergi antarperguruan tinggi dalam pembinaan prestasi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi pelaksanaan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Tahun 2026.
Sarasehan kemahasiswaan ini menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi terkait tata kelola kemahasiswaan, strategi peningkatan prestasi mahasiswa yang berdampak, serta evaluasi dan penguatan kesiapan perguruan tinggi dalam proses pembinaan dan seleksi Pilmapres. Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan, dilanjutkan dengan paparan narasumber mengenai transformasi tata kelola kemahasiswaan untuk mendukung prestasi mahasiswa, serta sesi panel yang membahas evaluasi dan kesiapan Pilmapres 2026.
Keikutsertaan STBA LIA Yogyakarta dalam kegiatan ini dinilai penting dan relevan dengan kondisi aktual pengelolaan kemahasiswaan di internal institusi. Meskipun pendampingan mahasiswa untuk mengikuti berbagai lomba di tingkat wilayah maupun nasional telah dilaksanakan dengan cukup baik, STBA LIA Yogyakarta masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain belum tersusunnya blueprint atau roadmap pembinaan prestasi mahasiswa, belum terbentuknya tim atau pengelola pembinaan prestasi yang ditetapkan secara formal, serta keterbatasan sumber daya manusia di Unit Kemahasiswaan.
Selain itu, program pembinaan prestasi mahasiswa belum berjalan secara rutin dan terjadwal, dukungan anggaran dan fasilitas untuk pembinaan prestasi masih sangat terbatas, serta belum tersedianya database prestasi mahasiswa yang rapi dan mudah diperbarui. Tantangan lainnya adalah belum terlaksananya seleksi internal Pilmapres secara transparan dan terencana, yang juga dipengaruhi oleh masih minimnya jumlah mahasiswa yang berminat atau berani mengikuti ajang Pilmapres maupun kompetisi akademik lainnya.
Melalui keikutsertaan dalam sarasehan ini, STBA LIA Yogyakarta diharapkan memperoleh wawasan, praktik baik (best practices), serta referensi kebijakan yang dapat menjadi dasar dalam penyusunan arah kebijakan pembinaan prestasi mahasiswa ke depan. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat tata kelola kemahasiswaan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan prestasi mahasiswa di tingkat regional maupun nasional.