01 May 2026
Webinar Public Speaking "Unlock Your Voice"28 April 2026
Fiksasi Kerja Sama Sleman PintarUntuk mengetahui makna sesungguhnya tentang sebuah kata maka perlu dilakukan penelusuran asal kata serta penggunaan kata itu dalam kegitan komunikasi. Dengan mengetahui asal usul sebuah kata maka kita akan mampu menentukan secara sahih apa makna semantik dan pragmatik yang dikehendaki oleh kata itu. Atau dengan kata lian, kita tidak boleh sembarangan menentukan arti sebuah kata tanpa mengetahui sejarah etiomologisnya. Dalam periode politik pilpres kemarin ada yang melesetkan blusukan sebagai berasal dari kata “busuk” dengan infiks (sisipan) {-el-} dan akhiran {-an} menjadi [b-el-usukan). Analisa bahasa seperti ini tidak dapat diterima karena sesunggguhnya kata blusukan adalah kata dalam bahasa Jawa yang bentuk asalnya (Jawa:linggane] yaitu blusuk bukan busuk. Seingat saya, bahasa Jawa tidak memiliki kata busuk dalam daftar kamus bahasannya.
Dalam bahasa Jawa blusuk, mblusuk membawa makna semantic [+dari posisi/kondisi yang lebih nyaman ke kondisi/daerah yang kurang nyaman, + mendatangi/masuk, +daerah yang kurang umum/jarang/asing dimasuki, +kemana-mana, +dilakukan oleh orang dilura area tersebut].
Jadi kata blusukan sekurang-kurangnya memiliki makna pergerakan seseorang untuk mendatangi/masuk (mlusuk) ke suatu tempat yang kurang biasa dikunjungi oleh orang-orang dari masyarakat lain kemana-mana dan yang dilakukan secara berulang. Akhiran {-an-} dalam kata blusukan dalam bahasa Jawa dapat bermakna bahwa kegiatan semacam itu dilakukan secara berulang. Akhir-akhir ini, akta blusukan menjadi sebegitu terkenal namu tetap sulit dicari padannya dalam bahasa lain.
Kata blusukan ternyata juga memantik sebuah Tanya dari Mark Zuckerberg, penguasa Facebook, ketia Mark mengunjungi Joko Widodo presiden terpilih republic Indonesia beberapa waktu lau. Joko Widodo bertutur bahwa Mark bertanya berbagai hal yang salah satunya adalah mengenai makna kata blusukan. Jokowi menggambarkan makna blusukan sebagai GO DOWN. “Blusukan itu ya [go down],” kata beliau. Mungkinyang beliau maksudkan adalah seperti “turba” atau “turun ke bawah” (go down=pergi ke bawah) satu istilah yang popular pada zaman Pak Harto. Go down tentu sama sekali tidak salah namu kurang mereprentasikan makna lengkap blusukan yang sesungguhnya. Hal ini sangat bisa dimaklumi mengingat sulitnya mencari padanan kata untuk banyak kata dalam bahasa Jawa termasuk di dalamnya kata blusukan. Ada yang tahu bahasa Indonesiannya “kunduran truk”, atau kata “mak bedunduk/ mak bedengus”?
AD.