01 May 2026
Webinar Public Speaking "Unlock Your Voice"28 April 2026
Fiksasi Kerja Sama Sleman PintarTeks UAN (copied and pasted dari media)
A car is still an expensive vehicle for most Indonesians. But the government's program of cheap car certainly will worsen the traffic congestion in the capital city of Jakarta.
On the other hand, it can help Indonesian people who want to have a new car with a cheap price. This policy is also to increase the growth in economy and people's reduce traffic congestion. The public complaint is certainly expressed by the governor of DKI Jakarta, Joko Widodo and NBSP.
Jokowi also plans to restrict the used private vehicle. He ensures this plan will not be successful when cheap cars are coming on the streets of the capital.
Sedikti analisis pada FORM
Menurut Hughes (1989 reprinted 2000) sebuah teks yang baik dapat dinilai dari beberapa unsur seperti grammar, vocabulary, mechanics, fluency, dan FORM. Form atau juga disebut organisasi penulisan menuntut sebuah tulisan untuk, “…highly organized; showing clear progression of ideas –well linked (high connectivity); (atau) …displaying logical organizational structure which enables massage to be followed effortlessly.
Nampaknya, criteria di atas belum dipenuhi pada artikel atau teks tentang Jokowi di UAN Bahasa Inggris kemarin. Coba lihat alinea atau paragraph pertama, “A car is still an expensive vehicle for most Indonesians. But the government's program of cheap car certainly will worsen the traffic congestion in the capital city of Jakarta.”. Pengembangan (progression) alinea tersebut tidak logis (illogical). Pertama, atribut kalimat pada kalimat ini adalah bahwa harga mobil masih mahal bagi kebanyakan rakyat Indonesia. Saya sebagai pembaca mengharapkan bahwa kalimat berikutnya bertutur mengenai hal-hal yang menyangkut daya beli masyarakat Indonesia…lha tapi khok yang muncul malah kalimat mengenai kebijakan mobil murah yang membuat macet Jakarta seperti pendapat Jokowi? Idenya melompat jauh.
Hal yang sama terjadi pada alinea kedua. Mari kita cermati. Alineanya berbunyi, “On the other hand, it can help Indonesian people who want to have a new car with a cheap price. This policy is also to increase the growth in economy and people's reduce traffic congestion. The public complaint is certainly expressed by the governor of DKI Jakarta, Joko Widodo and NBSP.”
Saya sungguh kesulitan menemukan topik utama yang akan disampaikan atau dikembangkan pada alinea ini. Keslutian yang sama terjadi ketika saya harus menunjukkan kalimat topik (topic sentence)-nya. Ada yang bisa bantu saya? Kemudian, bagaimana mungkin kalimat pertama (the leading sentence) yang berbicara tentang “helping people to have a new car” ditutup dengan kalimat dengan ketidakpuasan Jokowi. Joko Sembung! Apa hubungannya “helping people to have a new car” dengan “the public complaint is surely expressed by Jokowi”?? Nampaknya, setiap kalimat merupakan detil pemikiran yang belum diturunkan dari pemikiran utama (pokok). Contoh semacam ini, di dalam ilmu tulis-menulis dinamai dengan incoherence yang menurut berbagai kamus didefinisikan sekurang-kurangnya sebagai, “no reasonable connection between ideas, arguments, statements, etc.”
Ulasan UAN di atas hanya terbatas mengenai form, belum yang lain. Akan lebih menarik lagi jika kita ulas dari perspektif yang lain seperti grammar, vocabulary, dll. Soal yang bertaraf NASIONAL tentunya ditulis oleh ahli-ahli NASIONAL yang hasilnya pasti berkualitas NASONAL pula (harapannya!). Hmmm...piye, toh? Ini bukan politik lho...