Anda pernah mendengar, atau membaca, slogan kami 'Ngampus atau Ngomah' yang artinya 'belajar bisa di kampus dan juga bisa di rumah'? Dan kami menyebutnya sebagai sistem 'DUAL MODE'?

Jika belum pernah, atau bahkan baru mendengar saat ini, tidak apa-apa. Sekarang akan kami beritahu. Sistem 'dual mode' ini memungkinkan mahasiswa mengikuti kegiatan pembelajaran yang berlangsung dari dua tempat yang berbeda. Di kampus dan di rumah. Artinya, sistem ini memungkinkan mahasiswa untuk mengikuti proses perkuliahan secara offline, atau dengan kata lain, mereka hadir di kampus. Tetapi pada saat yang sama, mahasiswa juga dapat mengikuti perkuliahan secara online yang artinya mereka dapat mengikuti kegiatan perkuliahan dari mana saja. 

Sistem 'DUAL MODE' ini dicetuskan oleh Ketua STBA LIA Yogyakarta, Dr. Agus Darwanto, M.A. jauh-jauh hari sebelum kita mengenal 'blended learning' atau istilah yang lain seperti 'hybrid learning'. 

Pada awal pandemi, pada bulan Juli 2020, ketika kita semua mengerjakan pekerjaan dari rumah, Dr. Agus Darwanto, M.A. sudah mencetuskan dan memutuskan sistem 'DUAL MODE' tersebut.

'Kita akan menggunakan dual mode. Mahasiswa boleh kuliah di kampus, dan boleh mengikuti kuliah dari rumah. Sistemnya real time. Artinya, waktunya bersamaan. Tidak mengikuti dari rekaman. Tetapi secara langsung dan sifatnya syncronous. Ini akan menjadi mode pembelajaran kita. Baik saat ini, maupun ke depan ketika pandemi sudah reda.'

Keputusan itu memang menjadi keputusan yang visioner. Mengapa? 

Tidak dapat dipungkiri bahwa ketika saat pandemi sudah selesai, dan Covid19 sudah menjadi penyakit 'biasa', ada mahasiswa yang tidak dapat mengikuti perkuliahan karena beberapa alasan. Mungkin karena sedang sakit, atau ada kegiatan lain. Supaya mereka tidak ketinggalan perkuliahan, maka mereka mengikuti perkuliahan secara daring, dan secara real time. Mereka bahkan dapat berkomunikasi dan bertanya jawab dengan dosen dan berdiskusi dengan teman-teman mereka yang ada di kampus. 

Untuk melakukan proses pembelajaran itu, semua tenaga dosen sudah melakukan peningkatan kompetensi mereka untuk menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran. Demikian juga dengan teknologi yang diperlukan. Semua sudah disiapkan demi menyiapkan dan membentuk mahasiswa menjadi mahasiswa yang tangguh, tahan banting, dan toleran dengan teman-teman yang lain. 

Semua itu diupayakan dengan usaha maksimal, dan metode pembelajaran yang 'terbaik' untuk saat ini, adalah 'dual mode' ini. 

Salam