Supporting Units



Statistic


no image

28 September 2021 - 15:26

Hari Selasa, 28 September 2021, dalam rangka Dies Natalis ke-21, Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) LIA Yogyakarta mengadakan Studium Generale (Kuliah Umum) tentang ‘Public Relations Strategy in Hospitality Industri, dengan nara sumber Bapak H. Ibnu Novel Hafids, S.Sos., M.M., Grand Manager Hotel Grand Keisha Yogyakarta.

Dalam penjelasan awalnya, bapak Novel menyampaikan bahwa saat ini, penguasaan bahasa menjadi factor penting dalam dunia kerja di masa sekarang. Penguasaan bahasa asing menjadi nilai lebih dalam dunia kerja. Pada saat ini dunia mengalami disruption. Ada 3 disruption: Digital disruption, Milenial disruption, dan Pandemic disruption. Ketiga disruption ini mengubah dunia sehingga ‘memaksa’ orang atau perusahaan untuk beradaptasi agar dapat bertahan dan berkembang.
Memasuki masa digital, hampir semua kegiatan menggunakan data digital. Mulai dari pendidikan yang menggunakan zoom, sampai ke perdagangan.
Peran dan fungsi Public Relations sangat penting. Karena itu diperlukan membangun komunikasi dengan partner, membangun citra perusahaan, membangun kemitraan dengan perusahaan lain atau dengan klien, dan meningkatkan mutual interest perusahaan.
Para mahasiswa STBA LIA Yogyakarta sangat berpeluang untuk berperan serta aktif sebagai PR, karena kemampuan dalam berbahasa terutama bahasa asing. Karena klien kita ada yang berasal dari luar negeri. Selain kemampuan berbahasa, ada kemampuan lain yang harus dimiliki oleh seorang Public Relation Officer, yaitu kemampun komunikasi interpersonal, kemampuan menulis dan berbahasa, manajemen media, kemampuan riset dan manajemen konflik.
Bisnis hospitality mengandalkan trust, kepercayaan. Maka kita perlu menyampaikan kesiapan kita untuk melakukan bisnis ini, sehingga konsumen mempercayai kita. Kita perlu membangun trust kepada konsumen. kita perlu mematuhi peraturan, kita perlu menyampaikan bahwa kita sehat, kita bergembira, karena kita sehat. Karena kita melayani orang. Intinya, kita menyampaikan ke masyarakat umum, apa yang kita lakukan. Mulai dari dukungan, berbagi dengan orang yang membutuhkan. Semua kita sampaikan ke khalayak bahwa kita peduli dengan kondisi pandemic saat ini. Tujuannya supaya kita mendapatkan nama baik di masyarakat.
Permasalahan yang timbul, dalam kondisi saat ini, ada banyak orang yang tidak tahu harus berbuat apa untuk menghadapi kondisi ini. Kita harus memiliki nilai lebih, dan kita harus mau dan mampu beradaptasi. Dan perusahaan yang bertahan bukanlah perusahaan yang besar, tetapi perusahaan yang mampu beradaptasi dan berubah sesuai tuntutan perubahan itu.