Supporting Units



Statistic


no image

28 August 2021 - 10:41

Dunia saat ini sedang mengalami wabah Covid19 yang menyebabkan terjadinya perubahan di berbagai bidang. Termasuk pendidikan. Salah satu kebijakan dalam hal pendidikan adalah adanya pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara daring (online). Tantangan bertambah dan hal ini berpengaruh pada siswa. Kebiasaan siswapun berubah. Kedisiplinan diri dan semangat untuk belajar menjadi menurun. Guru, sebagai pendidik, diharapkan mampu mengatasi tantangan yang ada saat ini. Siswa menjadi malas, kedisiplinan siswa menurun.
Guru Bimbingan Konseling dituntut untuk mampu dan berperan aktif dalam proses pembelajaran termasuk membentuk karakter siswa. Bagaimana peran guru Bimbingan Konseling di masa pandemic ini?
Untuk membantu guru Bimbingan Konseling dalam menghadapi tantangan ini, Sekolah Tinggi STBA LIA Yogyakarta mengadakan webinar pada tanggal 26 Agustus 2021 dengan tema “Bimbingan Konseling di Masa Pandemi: Menumbuhkan Self-Regulation pada Anak”. Webinar ini diikuti oleh 700an peserta dari berbagai sekolah dari berbagai penjuru wilayah di Indonesia.
Webinar ini menghadirkan Ibu Irma Sukma Dwi, M.Si dari Lembaga Psikologi SCHEMA, Jakarta, dan dimoderatori oleh Ulfah Midiana, S.S. dari STBA LIA Yogyakarta. Bertindak sebagai Master of Ceremony (MC) adalah Ibu Ririen Sotyarini, S.S., M.A.
Dalam Webinar ini Irma Sukma Dewi, M. Si menyampaikan agar guru BK melakukan pendampingan bagi siswa/ peserta didik dalam upaya tercapainya perkembangan optimal dan utuh serta kemandirian dalam kehidupan para sisw. Guru BK juga melakukan pendampingan secara profesional berdasarkan ilmu BK disesuaikan dengan kondisi peserta didik. Irma Sukma Dewi, M. Si. juga menyampaikan bahwa layanan bimbingan dan konseling adalah memfasilitasi individu dengan Self Regulation, melakukan adaptasi terhadap berbagai masalah dalam pembelajaran dimasa pandemi covid19 guna mencapai pembelajaran dan perkembangan optimal. Masa pandemi covid -19 memunculkan banyak reaksi dari peserta didik, dapat berupa kecemasan, menolak kenyataan dan lainnya. Dalam hal ini, dibutuhkan peran guru BK sebagai teman dan fasilitator untuk membantu para siswa, agar para siswa memiliki mental yang bagus di masa pandemic ini.