Supporting Units



Statistic


Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi, dan komunikasi tidak selalu tersurat. Seringkali komunikasi lebih banyak memakai bahasa yang tersirat, yang tidak diungkapkan dalam kata-kata yang tersurat. 

Misalnya, ketika kita pulang ke rumah, orang tua kita berkata, "Ada pizza di kulkas."

Hal itu tidak bermakna pemberitahuan. Orang tua kita tidak sekedar memberitahu bahwa ada pizza di dalam kulkas. Tetapi di dalam kalimat tersebut, ada makna yang tersirat, bahwa ada makanan di kulkas dan kita diminta untuk ambil sendiri makanan (pizza) itu di kulkas.

Simbol, atau makna yang tersirat dari sesuatu tindakan, juga memiliki makna tersendiri yang lebih dalam daripada apa yang terlihat. Misalnya, lelaki Jawa yang memakai pakaian Jawa. Ketika kerisnya berada di punggung, itu menyiratkan bahwa dia dalam keadaan tenang, negara dalam keadaan tenang. Tetapi ketika kerisnya berpindah ke depan, hal itu menyiratkan kalau yang bersangkutan siap untuk berperang.

Demikian juga ketika ketua BNPB, yang merangkap ketua gugus tugas melawan covid19, yang biasanya memakai rompi krem khas BNPB, memakai baju dinas ketentaraan lengkap dengan bintang tiganya dan tanda-tanda jasanya. Apa maknanya? 

Masih banyak simbol-simbol yang kita temukan dalam hidup kita sehari-hari. Dengan selalu mencoba memaknakan simbol, kepekaan sosial dan logis kita akan semakin terasah. 

 

Credit photo: wikipedia indonesia