Akhir-akhir ini istilah “persekusi” ramai diperbincangkan di berbagai media off dan on-line. Namun, apakah sejatinya arti kata tersebut?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) persekusi diartikan sebagai berikut.

persekusi/per·se·ku·si/ /pérsekusi/ v pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas;

 

Persekusi sejatinya adalah kata benda yang diderivasikan dari kata “memersekusi” yang memiliki makna sebagai berikut.


memersekusi/me·mer·se·ku·si/ v menyiksa, menganiaya: tanpa memikirkan lagi keadilan atau kemanusiaan, mereka ~ lawan politiknya bagai iblis

 (http://kbbi.web.id)

Makna kuat kedua kata tersebut terletak pada kata  buru, sewenang-wenang, (korban) seseorang/sejumlah warga, sakit, siksa, aniaya, tanpa keadilan, dan  tanpa kemanusiaan. Dari rentetan kata-kata tesebut nampak jelas bahwa makna dasar kata persekusi mengandung komponen [+perburuan, +manusia, +kekerasan, +penganiayaan, +penumpasan, -kemanusiaan, -keadilan]. Keseluruhan kata mengandung unsur makna negatif.

Jika keta telisik lebih lanjut, paparan makna kata kerja dan kata benda http://kbbi.web.id/ yang gayut dengan kata persecute dalam bahasa Inggris belum secara gamblang dipaparkan yaitu mengenai alasan atau motif tindakan kecuali munculnya kata “lawan politik” dalam definisi di atas.

Alasan atau  motif tindakan digambarkan dengan lebih jelas dan detail dalam pemaknaannya dalam bahasa Inggris sebagai berikut.

Arti kata yang dimunculkan oleh http://dictionary.cambridge.org adalah sebagai berikut.

persecuteverb [ T ]

 UK  /?p??.s?.kju?t/ US  /?p??-/

 

to treat someone unfairly or cruelly over a long period of time because of their race, religion, or political beliefs, or to annoy someone by refusing to leave them alone.

(memerlakukan seseorang dengan tidak adil atau dengan kejam dalam periode yang panjang karena rasnya, agamanya, atau pilihan politiknya, atau mengganggu seseorang dengan cara menolak meninggalkannya sendirian.)

 

Jadi, alasan tindakan seseorang/sekelompok orang melakukan “perburuan” dapat berupa motif ras/suku, agama, dan/atau pilihan politik. Beberapa contoh diberikan oleh http://dictionary.cambridge.org seperti berikut.

 

  1. 1.    Religious minorities were persecuted and massacred during the ten-year regime.
  2. 2.    His latest film is about the experience of being persecuted for being gay.
  3. 3.    Ever since the news broke about her divorce, she has been persecuted by the tabloid press.

 

Padan kata memersekusi yang disediakan oleh google.com dapat melengkapi makna tersaji sebelumnya.

per·se·cute

?p?rs??kyo?ot/

verb

  1. subject (someone) to hostility and ill-treatment, especially because of their race or political or religious beliefs.

\"his followers were persecuted by the authorities\"

synonyms:

oppressabusevictimizeill-treatmistreatmaltreattyrannizetormenttorture;

martyr

\"they were persecuted for their religious beliefs\"

  • harass or annoy (someone) persistently.

\"Hilda was persecuted by some of the other girls\"

synonyms:

harasshoundplaguebadgerharryintimidate, pick on, pesterbotherdevilbullyvictimizeterrorize;

 

Jika dilihat dari jumlah dan tingkat keseriusan makna maka kata persecute, “memersekusi”,  persecution, dan “Persekusi” memiliki makna negative dari yang mild sampai tingkat yang sangat serius. Kata bother yang bermakna mengganggu tentunya masih cukup mild jika dibandingkan dengan kata torture yang bermakna menyiksa atau kata torment yang bermakna “membuat seseorang menderita secara fisik dan mental”.

Namun, menariknya, kata persecute yang memiliki makna “memburu seseorang” sebenarnya kini telah jarang digunakan/muncul dalam praktek penggunaan dalam bahasa Inggris itu sendiri. Hal ini tergambar dalam dalam grafik yang didapat dari link google.com berikut ini.

https://books.google.com/ngrams/graph?year_start=1800&year_end=2008&corpus=15&smoothing=7&case_insensitive=on&content=persecute&direct_url=t1%3B%2Cpersecute%3B%2Cc0 

Kata persecute nampak paling sering digunakan pada abad 18-an. Di masa-masa ketika transportasi di Eropa dan Amerika masih berupa Horse and Buggy Travel, gambaran tindak persekusi dimana seseorang diburu untuk ditangkap sering kita temukan di film-film. Tidak seperti yang terjadi pada abad 18, tindak persekusi, jikapun dapat dikorelasikan secara positif dengan frekuensi penggunaan kata persecute, terlihat telah sangat jarang muncul di abad 19 dan abad 20. Namun,  mengapa di Indonesia “persekusi” jadi diskursus up-to-date?  AD17

";}