Supporting Units



Statistic


Tingkat kemampuan bahasa Inggris Indonesia menurut beberapa laporan hasil penelitian seperti yang dilakukan oleh EF belum cukup baik. Mengingat pentingnya penguasaan bahasa Inggris dalam interaksi antar bangsa khususnya dalam interaksi pekerjaan, maka hal ini mengandung makna bahwa penduduk Indonesia belum benar-benar siap bersaing dengan warga negara lain di ASEAN khususnya dalam penyiapan diri berkompetisi dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (AEC) yang kini telah berjalan.

Laporan EF 2015 menunjukkan bahawa English Proficiency Index (EPI) Indonesia menempati peringkat ke 32 dari 70 negara yang disurvey. Sebagai gambaran, Malaysia menurut laporan tersebut menempati peringkat ke 14 dengan kategori sangat baik (proficient); Vietnam 29; Jepang urutan atau di peringkat 30.


EPI adalah pemeringkatan negara-negara dengan kemampuan bahasa Inggrisnya. Laporan ini mengidentifikasi tren pembelajaran bahasa Inggris global dan regional dan menganalisa hubungan antara kemampuan bahasa Inggris negara dan daya saing ekonomi mereka.


Dalam survei tersebut, peringkat Indonesia masih di bawah Malaysia, Singapura dan Vietnam di kawasan Asia Tenggara, dan hanya sedikit lebih tinggi dari Thailand dan Kamboja.

 

Dalam konteks AEC, ada kekhawatiran bahwa jika sumber daya manusia Indonesia belum dilatih atau belum fasih berbahasa Inggris, maka akan sulit untuk bersaing dengan mereka/tenaga kerja yang berasal dari negara lain. Bahasa Inggris adalah alat. Alat ini juga diperlukan untuk para pencari kerja baik di dalam apalagi di luar negeri.